Lapor-Book
Ringkasan / Sinopsis
"Gadis manis" secara khusus mengalami saat-saat sulit untuk menerima peran kepemimpinan dan melakukannya secara efektif. Ketika mereka sudah menerimanya, mereka sering kali mencoba membuat semua orang senang, menunda pengambilan keputusan dengan mencoba membuat semua orang setuju, ragu-ragu untuk mengambil risiko yang diperlukan karena takut melampaui kekuasaannya, serta berkomunikasi dengan cara yang merendahkan rasa percaya diri dan kredibilitas mereka. Ironisnya, masing-masing perilaku ini seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan perempuan jika saja mereka dapat menyeimbangkannya dengan perilaku baru yang akan membantu mereka menjadi pemimpin yang lebih efektif. Dengan kata lain, benar-benar menjauh dari pesan gadis manis yang dipelajari di masa kecil, dan masuk ke dunia dewasa, adalah yang dibutuhkan perempuan untuk menjadi pemimpin fenomenal di zaman ini. Tentu saja, itu adalah sebuah langkah raksasa. Perbedaan terbesar saat ini adalah bahwa perempuan tidak lagi percaya bahwa untuk menjadi seorang pemimpin, mereka harus menjadi seorang laki-laki. Buku ini berfokus pada strategi bagaimana perempuan dapat memunculkan kemampuan kepemimpinannya dalam berbagai situasi. Begitu banyak perempuan, mungkin termasuk Anda, yang ragu-ragu untuk mengambil posisi kepemimpinan karena takut disebut egois. Perempuan tidak selalu harus berjalan di belakang seorang laki-laki karena pastinya laki-laki juga pernah mengalami kesalahan yang perlu diperbaiki ataupun dievaluasi oleh perempuan. Buku ini mengandung banyak sekali cara serta motivasi bahwa perempuan juga harus mempunyai jiwa pemimpin. Tidak harus menjadi, namun memiliki seni memimpin.
Nilai Moral / Pelajaran
Dalam buku ini, memiliki nilai moral yang begitu mendalam yakni tentang seorang perempuan. Perempuan yang berani bertindak dan meninggalkan peran si "Gadis manis" itu. Tentang bagaimana seorang perempuan mengatur waktu, membuat mindset yang baik dan bermanfaat. Setelah membaca buku ini, Anda akan memiliki banyak pandangan baru mengenai sebuah pola pikir seorang perempuan sebab nanti perempuan akan memimpin anak-ananknya untuk menjadi penerus bangsa. Anda akan membawa orang sejauh mereka pergi, bukan sejauh Anda ingin mereka pergi. Waktunya akan tiba ketika laki-laki mengakui perempuan sebagai rekan sederajatnya, tidak hanya dalam keluarga, tetapi dalam pemerintahan negara. Pada saat itulah, dan bukan sebelumnya, akan ada persaudaraan yang sempurna, kesatuan ideal antara kedua jender yang akan menghasilkan perkembangan tertinggi umat manusia.
Kesan dan Pesan
Setelah membaca ini, saya banyak diberi kesadaran bahwasannya memang perempuan selalu mencoba membuat semua orang senang, bahkan saya sendiri. Terlalu takut ketika melihat laki-laki bisa dalam segalanya. Bahkan ketika menjadi wakil dalam sebuah organisasi, rasanya terlalu takut untuk mengemukakan pendapat karena mereka adalah laki-laki. Dan dari buku ini, banyak cara mengatasinya, banyak pandangan baru yang buat saya sadar bahwa tidak selamanya semua di atas kendali seorang laki-laki. Manusia tidak mungkin tidak pernah membuat kesalahan, namun masalahnya terkadang para lelaki itu tidak mau mengatakan karena merasa itu adalah tugasnya, padahal perempuan juga bisa melakukannya jika memang mau belajar. Terimakasih untuk penulis, buku ini indah dan mampu melahirkan pandangan baru untuk seseorang.